BISNIS

Bos BI : Inilah 4 Syarat Produk Halal Indonesia Bisa Mendunia

Indonesia sebagai negara berpenduduk Beragama Islam terbesar seharus mampu menjadikan produk halal Indonesia mendunia. Karena itulah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan ada empat syarat agar produk halal Indonesia bisa dikenal dunia.

Baginya dengan menggarap 4 faktor penting maka produk halal Indonesia maka akan menggerakan mata rantai produk halal tersebut menjadi kompetitif, produktif dan mampu memberikan dorongan terhadap pertumbuhan nasional dan memberdayakan ekonomi umat.

Lantas apa saja sih faktor yang dimaksud bos BI ini agar produk halal Indonesia bisa terkenal di dunia dan bersaing dengan produk lainnya, diantaranya:

1. Sertifikasi

Bagi bos Bank Indonesia tersebut agar produk halal Indonesia bisa menjadi pemain global maka pemerintah harus memberikan dukungan dengan percepatan dan akselelarasi sertifikat halal yang diperlukan.

Langkah ini merupakan langkah yang sama dilakukan olh negara muslim lainnya yang telah berkembang sangat maju dalam mengelola sertifikasi halal, baik untuk jenis makanan, pakaian, maupun produk-produk kosmetika.

Perbedaanya dengan Indonesia adalah mereka telah melakukan sertifikasi produk halal dengan cepat sedangkan di Indonesia segalanya halal, sehingga tidak diperlukan sertifikasi halal. Hal tersebut tentu tidak menjadi masalah jika untuk konsumsi dalam negeri, tetapi jika ingin menjadi pemain dunia, maka sertifikasi halal sangat dibutuhkan.

Bos BI : Inilah 4 Syarat Produk Halal Indonesia Bisa Mendunia

2. Bangun rantai pelaku usaha

Agar dapat menjadi kuat tentunya para pelaku usaha harus bersatu dan terintegrasi. Maka membangun rantai ekosistem pelaku usaha sangat penting. Dengan mengintegrasikan para pengusaha dari unit terkecil, menengah, dan besar, maka ke depannya akan ikut mensejahterakan masyarakat.

Dengan membentuk ekosistem produk halal Indonesia dengan memberdayakan ekonomi baik di pesantren dan berbagai usaha masyarakat, menengah dan kelompok organisasi dan pengusaha menengah dan besar.

3. Pengembangan produk halal

Setelah dua faktor diatas maka menurut bos BI tersebut pengembangan produk tentu menjadi hal yang sangat penting. Produk halal Indonesia yang akan dikembangkan oleh pemerintah ada lima jenis diantaranya, makanan, pakaian, pariwisata, kosmetik, dan energi terbarukan.

Meski demikian, ditengah kondisi perekonomian Indonesia yang terpuruk karena pandemi Covid 19 maka yang perlu menjadi fokus yang harus digarap adalah sektor makanan dan pakaian. Makanan tentu memiliki rantai ekonomi yang sangat panjang dan melibatkan banyak orang, sehingga memberikan dukungan ke ekonomi negara sangat besar.

Sedangkan untuk fashion, maka harus semakin banyak dan sering melakukan pagelaran fashion show halal di tingkat global. Sebagai langkah awal Singapura merupakan negara yang menjadi target karena disana telah mempunyai pengurus ekonomi syariah.

Selain di Singapura, gelaran fashion show tersebut juga bisa dilakukan di negara tetangga berpenduduk muslim seperti Malaysia yang terdekat, dan beberapa negara Timur Tengah melalui jalur diplomatik yang ada disetiap negara tersebut.

4. Membangun ekosistem end to end

Membangun ekosistem secara end to end atau membangun sinergi antara prose produksi, menggarap produk, dan unit usaha hingga bersinergi secara end to end. Dari sini maka produk halal Indonesia bisa mencapai level yang terintegrasi dengan baik dan mampu bersaing di tingkat global.

Dengan mengimplementasikan empat faktor tersebut maka produk halal Indonsia akan menjadi lebih professional, terintegrasi, dan memiliki daya saing pada tingkat dunia.

gus miko

simpel and woles
Back to top button