INVESTASI

5 Investasi Jangka Pendek Di Bulan Ramadhan

Investasi jangka pendek dapat dilakukan pada saat bulan Ramadhan. Hal tersebut, dapat dilakukan karena pada bulan Ramadhan kamu bisa berhemat, dan mengalokasikan penghematan uang untuk investasi.

Ketika investasi bertambah, maka kesempatan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar terbuka lebar. Lantas dari mana sumber dana untuk memulai investasi jangka pendek di bulan Ramadhan? Dilansir qmfinansial, berikut beberapa cara mendapatkan modal untuk investasi:

1.Uang Makan Siang

Ketika bulan puasa tentunya kamu akan memiliki penghematan. Hal tersebut, karena selama puasa tentunya kamu tidak makan siang atau jajan. Sehingga uang makan atau rokok tidak digunakan, nah alokasi uang makan ini bisa lho jadi modal investasi jangka pendek.

Misalnya, jika kamu setiap hari biaya buat makan siang berkisar Rp. 15 ribu, dan uang untuk merokok hingga Rp. 20 ribu maka, jika pada bulan puasa maka kamu bisa menyimpan dana Rp. 25 ribu dikali 30 hari maka kamu bisa memiliki modal investasi sebesar Rp 750 ribu selama puasa.

Jika uang makan siang dan jajan kamu lebih dari itu, tentu penghematan juga semakin lebih besar untuk dialihkan ke investasi jangka pendek. Meski keuntungan dari investasi jangka pendek tidak sebesar jangka panjang, tetapi hal tersebut tetap menjadi passive income.

investasi jangka pendek

Baca juga:
Serius Mau Main Saham Online? Ikuti 6 Triknya Di Sini
Langsung Cuan, Inilah 5 Reksadana Pasar Uang Terbaik

2.Alokasikan THR

Tunjangan Hari Raya merupakan bonus yang paling ditunggu selama bulan Ramadhan. Uang THR yang diberikan perusahaan sebaiknya tidak langsung dihabiskan untuk kebutuhan hari raya. Jika kamu tidak memiliki hutang, maka kamu bisa sisihkan 40 persennya untuk kebutuhan belanja hari raya.

Sisihkan untuk 30% untuk investasi jangka pendek, dan sisanya kamu jadikan tabungan, atau untuk kebutuhan mendesak.

Tips berhemat agar bisa investasi di bulan Ramadhan

1.Buat daftar menu satu bulan

Keuangan pada bulan Ramadhan jika dikelola dengan baik tentu bisa dialokasikan untuk tabungan. Caranya kamu harus menata menu makan selama bulan Ramadhan, dari menu berbuka puasa hingga menu sahur.

Cantumkan juga bahan pangan apa saja yang dibutuhkan dan berapa banyak jumlah yang dibutuhkan. Hal ini perlu dilakukan untuk memudahkan kamu dalam menghitung estimasi pengeluaran selama sebulan.

2.Menahan godaan promo belanja

Hal inilah yang paling sulit dihindari pada bulan puasa. Godaan untuk berbelanja semakin tinggi, karena banyak pengelola bisnis yang memberikan diskon dan promo yang cukup besar sehingga tidak sedikit yang tergoda sehingga menjadi boros.

Bukan hanya berbagai kebutuhan pokok saja, penawaran menarik seperti ini juga banyak ditemukan untuk berbagai produk style dan yang lainnya. Tapi ketika kamu bertekad ingin memulai investasi jangka pendek kamu bisa mulai dengan menahan godaan diskon dan promo.

investasi jangka pendek

3.Batasi buka puasa di luar

Hal yang membuat seseorang menjadi boros salah satunya adalah serig menerima undangan untuk buka bersama oleh teman kerja, keluarga, teman kuliah, hingga teman sekolah waktu SD. Meski terlihat bagus untuk meningkatkan hubungan silahturahmi, tetapi kalo sering dilakukan bisa membuat kantong menjadi jebol.

Biasanya untuk makan di rumah makan, dengan memesan makanan dan minuman serta jajanan maka setidaknya kamu bisa mengeluarkan uang hingga Rp 100 ribu. Karena nggak mungkin juga kamum membayar sesuai pesanan kamu saja.

4.Pentingnya Pengendalian Diri

Semua tips diatas tentu tidak akan berhasil jika kamu tidak bisa mengendalikan diri. Karena itu dibutuhkan kontrol diri yang kuat dan disiplin dalam menjalaninya program penghematan yang telah kamu susun.

Ingat, kendalikan diri kamu, sadari bahwa di bulan Ramadan ini lebih baik memperbanyak sedekah ketimbang berhura-hura. Tetap tenang dan cerdaslah mengatur uang gaji dan THR supaya tidak cepat habis dan mendapat banyak berkah di bulan Ramadan ini.

Nah, jika kamu sudah berhemat dan memiliki modal maka instrumen investasi jangka pendek apa saja yang bisa kamu pilih untuk bulan Ramadhan:

1.Reksa Dana
Reksa dana merupakan investasi jangka pendek yang memungkinkan dana atau modal investor dikelola oleh manajer investasi untuk memperoleh keuntungan. Investor nantinya membeli sejumlah unit reksa dana, yang kemudian dialokasikan ke berbagai produk pasar uang, obligasi, atau saham.

Jenis reksa dana yang cocok untuk investasi jangka pendek adalah reksa dana pasar uang, atau bisa juga reksa dana pendapatan tetap. Keduanya memiliki sifat likuid dan praktis, dengan alokasi portofolio instrumen dengan periode kurang lebih satu tahun dengan tingkat risiko yang rendah.

investasi jangka pendek

2.Deposito

Deposito ini merupakan salah satu produk investasi jangka pendek dari perbankan yang dapat membantu nasabah menyimpan dana untuk jangka waktu tertentu sesuai ketentuan. Instrumen ini bisa dicairkan berdasarkan dengan waktu sudah disepakati sebelumnya oleh nasabah dan pihak bank.

Periode waktu deposito baik itu penyetoran maupun penarikan dapat dilakukan pada 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 2 tahun. Soal keamanan, deposito merupakan salah satu instrumen yang terjamin karena diawasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Meski demikian, tetap saja ada sedikit risiko yang juga harus dipahami, karena simpanan yang dijamin hanya sampai Rp2 miliar. Suku bunga dari deposito sendiri relatif lebih tinggi daripada tabungan biasa.

3.Obligasi Negara

Obligasi negara, atau surat utang negara, merupakan salah satu produk investasi jangka pendek yang dikeluarkan pemerintah dengan waktu jatuh tempo biasanya hingga 3 tahun. Bagi investor pemula, instrumen ini sangat diminati, selain karena tingkat risiko yang relatif sangat rendah dan terjamin pemerintah, suku bunganya pun biasanya juga lebih tinggi daripada bunga deposito.

4.P2P Lending

Fintech Peer to see (P2) Lending menjadi salah satu wadah pengembangan dana yang cukup populer belakangan. Fintech ini akan mempertemukan kamu sebagai pemodal dengan pihak yang membutuhkan modal untuk keperluan usaha seperti UMKM.

Selain keuntungan yang bisa kamu dapatkan, kamu juga bisa ikut berkontribusi memajukan UMKM lokal lho. Bunga yang ditawarkan pun cukup besar daripada instrumen lainnya. Biasanya ada di kisaran 10-18% setiap tahun.

Nah, kalau kamu memang tertarik untuk memanfaatkan P2P Lending sebagai instrumen investasi jangka pendek, maka yang paling utama harus diperhatikan adalah memastikan platformnya sudah legal dan terdaftar di OJK.

Jangan sampai kamu terjebak P2P Lending abal-abal. So, cek ke website resminya untuk bisa melihat platform mana saja yang sudah terdaftar.

5.Saham

Saham jadi produk investasi yang sangat populer dan diminati investor. Saham sendiri merupakan surat berharga yang menjadi bukti kepemilikan suatu aset di perusahaan. Meski lebih dikenal di lingkup investasi jangka panjang, saham juga menyediakan peluang untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu pendek.

Hanya saja, strateginya memang berbeda, yaitu dengan sistem trading. Karena strateginya berbeda dan juga kamu harus berhadapan dengan risiko yang juga relatif tinggi, untuk buying and selling, kamu perlu belajar lebih mendalam lagi.

Pasalnya, bagian terpenting dalam menggunakan buying and selling saham ini, kamu memang perlu keahlian dan strategi teknikal yang mumpuni agar bisa mendapatkan keuntungan. Untuk ahli dalam trading harus paham apa saja?

Nah, setidaknya kamu harus tahu mekanisme buying and selling, termasuk analisis perkembangan saham perusahaan, dan belajar membaca berbagai chart yang bisa membantumu untuk menentukan waktu tepat membeli dan menjual saham tersebut demu keuntungan most beneficial.

Itulah beberapa intrumen investasi jangka pendek yang dapat kamu pilih di bulan puasa dari uang penghematan yang kamu lakukan. Selamat mencoba!.

Baca juga:
6 Trik SEO Google Agar Bisnis Terkenal

gus miko

simpel and woles
Back to top button