FrenciseTEKNOLOGI

Apa Itu Metaverse Penerus Dari Facebook?

Facebook meluncurkan ide baru tentang Metaverse. Lantas tahukan kamu apa itu Metaverse dan seperti apa sih sehingga banyak orang yang kini berbelanja properti di Metaverse.

Dilansir dari berbagai sumber, pada Juni 2021 lalu, Mark Zuckerberg pendiri Facebook menyampaikan ide baru yang berada di luar jangkauan manusia.  Pasalnya masa depan Facebokk akan melampaui proyek saat ini untuk membangun sebuah apliksi set yang terhubung dengan beberapa perangkat.

Tak hanya itu, Facebook juga membangun pengalaman yang maksimal dan saling terhubung langsung dari dunia maya 3 dimensi yang dikenal dengan Metaverse. Seringnya kita mengenal istilah dunia virtual layaknya masuk ke dunia Avatar dalam sebuah film.

Bahkan untuk mewujudkan idenya tersebut, Facebook langsung mengucurkan dana hingga Rp 140 triliun pada tahun ini.

Apa itu Metaverse?

Mathhew Ball mengungkap Metaverse merupakan jaringan yang luas dari dunia virtual 3 dimensi yang beroperasi secara real time serta mendukung kesinambungan identitas objek, sejarah, pembayaran, dan hak, dimana hal tersebut akan dialami secara serempak oleh sejumlah pengguna di seluruh dunia.

Sederhananya, Metaverse merupakan seperangkat dunia virtual yang kamu ciptakan dan jelajahi dengan orang lain yang tidak berada di dalam ruang fisik yang sama dengan kamu. Jika masih bingung kamu bisa menonton seperti film Avatar.

Wow, makin canggih. Bahkan divisi perusahaan yang memiliki komunitas, pengembangan, dan perdagagan dan realits virtual akan semakin bekerja dengan terwujudnya visi ini. Dan Metaverse akan menyatukan semua hal tersebut kedalam sebuah dunia virtual 3 dimensi.

Ide Metaverse ini diciptakandi Snow Crash sebuah novel ilmiah dari Neal Stephenson yang terbit pada tahun 1992. Istilah ini muncul pada menyatunya realitas fisik, augmented, dan virtual dalam ruang online bersama.

Bahkan New York Times telah meneliti secara menyeluruh terkait bagaimana perusahaan dan produk termasuk Epic Games Fortnite, Roblox, bahkan Animal Crossing: New Harizon semakin memiliki elemen seperti Metaverse tersebut.

Tak hanya itu, pada tahun 2020lalu, karya ilmiah oleh Matthew ball mengindetifikasi karakteristik utama dari Metaverse, diantaranya, harus menglingkupi dunia fisik dan virtual. Bahkan membentuk ekonomi yang telah matang dan menawarkan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pengguna Metaverse harus membawa avatar dan barang mereka dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak peduli siapa yang menjalan bagian tersebut. Secara real belum ada perusahaan yang akan menjalankan Metaverse.

Niat Zuckerberg yang akan membangunversi Facebook yang lebih canggih, meliputi kehadiran sosial, pekerja kantor, dan hiburan, lahir ketika pemerintah AS berusaha memecah perusahaannya. Dari Kongres yang memaksa perusahaan untuk mengeluarkan Instagram dan WhatsApp dan membatasi Facebook untuk mengakusisi di masa yang akan datang.

Namun pastinya Metaverse yang berkembang akan mengundang pertanyaan tentang bagaimana ruang virtual diatur, isi moderasi, bahkan apa yang akan dilakukan keberadaannya terhadap diri sendiri. Pasalnya platform sosial versi 3 dimensi ini memiliki tingkat yang sangat sulit.

Apa Itu Metaverse Penerus Dari Facebook?

Bahkan ia juga menyatakan Metaverse ini akan memberikan peluang kepada kreator dan artis, seseorang yang mendambakan bekerja dan mempunyai rumah yang jauh  dari pusat kota.

Apa itu metaverse juga bisa dimengerti dengan merealisasikan perangkat teleportasi yang berfungsi secara 3 dimensi. Meski demikian ahli AI danSpatial Computing, Dr David Reid mengaku bahwa Metaverse meski berpotensi memberikan sesuatu yang menarik tetapi juga menimbulkan masalah privasi data dan cyberbullying secara signifikan.

https://kontenstore.com/teknologi/startup/startup-ideas-dari-modal-kecil/

Bahkan hal yang paling membuatnya was-was adalah perkembangan teknologi yang akan mengaburkan batas antara virtual dan realistis. Artinya siapapun penguasa realitas maka akan memiliki akses pada seluruh data.

Banyak sistem prototipe MR (Mixed-Reality) yang memiliki teknologi pelacakan wajah, mata, tubuh, dan tangan, bahkan dengan kamera canggih, tak sedikit yang menggabungkan teknologi Electroencephalogram (EEG) guna mengambil grafik gelombang otak.

Dari semua penjelasan diatas tentu kamu sekarang akan memahami apa itu metaverse, dan membayangkan bagaimana kita bisa hidup di dunia virtual seperti layaknya film avatar.  Bahkan saat ini mulai muncul fenomena banyak orang membeli tanah, dan membangun properti di dunia metaverse.

Baca Juga :

https://kontenstore.com/teknologi/4-trik-lindungi-data-pribadi

gus miko

simpel and woles
Back to top button