NEWS

Armada Tanker Rusia, Jawab Sanksi Uni Eropa

Armada tanker rusia menjadi jawaban sanksi Uni Eropa akibat perang antara Rusia dan Ukraina memiliki imbas bagi perdagangan global. Beberapa sektor yang terganggu akibat perselisihan negara bertetangga tersebut mencangkup pangan, energy gas, hingga gejolak minyak dunia.

Jika sebelumnya Rusia mendapatkan saksi dari UE dan Amerika Serikat terkait dengan ekspor gas, maka dijawab dengan Rusia, dengan mematikan aliran gas ke Uni Eropa dan Nato dimana negara-negara tersebut bergantung dengan gas asal Rusia.

Akibatnya pada musim dingin tahun ini, Ukraina dan beberapa negara Eropa mengalami musim dingin yang berat karena pasokan gas yang terhenti dari Rusia menyebabkan suplai listrik terganggu, sehingga tak jarang mereka melakukan pemadaman bergilir.

Dilansir dari berbagai sumber, terbaru, Rusia mendapatkan sanksi dengan pembatasan harga bawah yang ditetap oleh Amerika Serikat dan negara Uni Eropa beserta Nato dengan mematok harga US$ 60 per barel. Tentunya bukan Rusia jika tidak membalas sanksi sepihak tersebut.

armada tanker rusia

Kabarnya kini armada tanker Rusia tengah di persiapakan untuk melawan sanksi Uni Eropa dan Nato tersebut. Kini Rusia telah mengumpulkan ratusan kapal tanker menjadi sebuah armada tanker Rusia yang akan mendistribusikan hasil minyak Rusia ke negara Asia.

Seperti kita dari sanksi tersebut Rusia tidak akan bisa mengirim minyak dengan menggunakan tanker Eropa jika menjual harga diatas US$ 60 per barel. Sehingga Rusia menjawabnya dengan membuat armada tankerRusia.

Armada Tanker Rusia telah memiliki ratusan kapal kapal tanker, terdiri dari tanker raksasa yang mampu memuat hingga 2 juta barel minyak, tanker dengan kapasitas 1 juta barel, hingga puluhan tanker dengan kapasitas 700 ribu barel minyak.

armada tanker rusia

Armada tanker Rusia ini akan terus bertambah, jika Rusia akhirnya akan menghentikan aliran minyaknya kepada negara-negara yang menetapkan sanksi, Diperkirakan armada tanker Rusia membutuhkan sekitar 200 lebih kapal tanker untuk mengangkut sekitar 7 juta barel minyak setiap hari.

Jika armada tanker Rusia ini telah bekerja dan membentuk jaringan pasokan minyak, maka hampir dipastikan seluruh minyak negeri beruang tersebut akan di jual ke negara-negara di Asia, terutama sekutu lama Rusia, seperti China, India, Vietnam, dll.

Meski demikian, dengan membangun armada tanker Rusia sendiri hal tersebut tentu bukannya dapat menghilangkan dampak sanksi dari Uni Eropa, tetapi dengan melakukan langkah tersebut negeri Vladimir Putih mampu mengurangi dampak sanksi Uni Eropa.

Baca juga :
4 Balasan dari Sanksi Ekonomi Rusia Bikin Sekutu Teriak
7 Cara Pasang Set Top Box Untuk 2 TV

Bagaimana Dengan Uni Eropa?

Beberapa sanksi yang diterapkan Uni Eropa, Nato, dan Sekutu Amerika Serikat akibat perang Rusia versus Ukraina tak dapat dipungkiri, sanksi pembatasan gas tersebut memukul balik sektor energy di negara Eropa.

armada tanker rusia

Bahkan mereka mengakui, dampak ini lebih besar dirasakan oleh Uni Eropa, sementara sekutunya Amerika Serikat merupakan pihak yang diuntungkan dari sanksi embargo gas tersebut. Pasalnya Amerika menjual gas dengan harga yang lebih mahal dari Rusia.

Bagaimana jika armada tanker Rusia telah bekerja, dan pasokan minyak bumi dari Rusia benar-benar di matikan. Ketergantungan minyak bumi beberapa negara Eropa walau pun tidak sebesar gas yang mencapai 50 persen lebih, pasti membuat sektor energy Eropa semakin berimbas.

Dengan mematikan aliran gas, sekarang ini banyak negara Eropa yang khawatir dengan perekonomian mereka. Karena sekarang ini harga energy di Eropa sangat mahal. Ditambah pasokan gas yang berkurang drastis mampu memukul industri negara Eropa sehingga produk Eropa tidak dapat bersaing.

Jika sanksi pembatasan harga rendah Eropa diterapkan, dengan adanya armada tanker Rusia yang telah dipersiapkan, dan pada akhirnya pasokan minyak dimatikan Rusia, maka tentunya Eropa akan semakin gelap dan suram.

Sekarang ini banyak negara Eropa yang mengalami resesi, dari imbas pandemic covid 19 kemarin, mahalnya harga gas, hingga industri yang tidak dapat bersaing, maka dapat memukul perekonomian Eropa dan global.

Meski demikian, imbas dari konflik Rusia-Ukraina dimana Uni Eropa, Nato, dan Amerika Serikat terlibat secara tidak langsung, mampu membuat gejolak ekonomi dunia, sehingga menciptakan krisis global baru, yang harus di waspadai Indonesia.

gus miko

simpel and woles
Back to top button